SEPULUH TANAMAN OBAT KELUARGA SEBAGAI REFERENSI BAGIAN 2

Assalamualikum Sahabat Kuncimedia
Salam Berbudi....Tanaman obat untuk sebagai yang utama dalam menjaga kesehatan sangat diperlukan. Maka disekitar rumah kita tanami tanaman obat keluarga. Tanaman obat keluarga merupakan tanaman yang bisa dibudidayakan di pekarangan rumah dan mempunyai manfaat sebagai obat-obatan herbal tradisional.

Penggunaan tanaman sebagai pengobatan herbal sudah dipraktekkan sejak jaman Mesir kuno sekitar 2500 tahun Sebelum Masehi. 

Indonesia memiliki 30.000 jenis tanaman dari total 40.000 jenis tanaman yang ada di dunia, dan 940 jenis diantaranya merupakan tanaman yang bisa dimanfaatkan untuk obat-obatan tradisional dalam kehidupan sehari-hari.

Hasil beberapa penelitian membuktikan bahwa obat tradisional yang di ramu dari tanaman obat lebih mudah dicerna oleh tubuh dan tidak terlalu menyebabkan efek samping. Sudah banyak negara maju yang mulai memproduksi obat-obatan dari tanaman herbal.

Berikut ini 100 jenis tanaman obat keluarga yang bisa anda budidayakan sebagai apotek hidup di pekarangan rumah.


1. (Carica papaya L.). Nama ilmiah pepaya (filipinochow.com)


 Pohon pepaya sering kita ditemui dimana-mana, di pekarangan rumah atau di kebun-kebun. Orang sunda biasa menyebutnya “gedang”, kalau orang jawa biasa menyebutnya “kates”. Daging pepaya yang masih muda biasa digunakan sebagai sayuran, atau bisa juga dirujak. Dagingnya yang sudah matang sangat enak untuk dimakan. Daun pepaya yang muda bisa juga digunakan sebagai lalapan makan dengan sambal. Buah pepaya banyak dikonsumsi karena mengandung banyak vitamin, salah satunya vitamin A yang sangat baik untuk kesehatan mata.

Manfaat buah pepaya banyak sekali, pepaya sering digunakan sebagai pengobatan herbal seperti untuk menurunkan demam, disentri, obat malaria, keputihan dan memperlancar pencernaan bagi yang sulit buang air besar. Biji buah pepaya bermanfaat untuk meningkatkan kadar HDL dalam darah dan menurunkan kadar kolestrol dalam darah. Biji pepaya bisa dikonsumsi sebagai jus dengan cara diblender terlebih dahulu.


2. Tanaman Herbal Jintan Hitam (Nigella sativa). Tanaman obat jintan hitam (wikimedia.org)


Jintan hitam atau lebih dikenal dengan habbatussauda merupakan tanaman obat tradisional yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Jintan hitam sudah digunakan sebagai tanaman obat tradisional sejak 2000-3000 tahun sebelum Masehi. Sudah banyak para ahli dalam bidang pengobatan yang meneliti manfaat dari jintan hitam ini.

Beberapa manfaat utama dari jintan hitam yaitu untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh, meningkatkan fungsi otak, menyembuhkan berbagai jenis penyakit pernapasan, mengatasi gangguan tidur dan stress dan sebagai obat anialergi & antihistamin. Sekarang ini kita bisa menemui beragam produk olahan dari jintan hitam, mulai dari madu, serbuk, pil dll. Jika kamu tertarik untuk merasakan manfaat dari jintan hitam, kamu bisa membeli produk seperti Habbatussauda.


3. Daun Pegagan (Centella asiatica). Tanaman obat pegagan kaki kuda (wikimedia.org)

    
Tanaman ini lebih dikenal dengan nama daun kaki kuda dan Antanan. Pegagan tumbuh liar di perkebunan, pematang sawah, ladang dan tepian jalan. Masyarakat Jawa Barat biasa memanfaatkan tanaman ini untuk lalapan. Pegagan mengandung beberapa senyawa seperti isothankuniside, thankuniside, asiaticoside, madasiatic acid, brahminoside, brahmic acid, brahmoside, madecassoside, vellarine, hydrocotylin, carotenoids, centelloside, meso-inositol, serta garam-garam mineral seperti kalsium, magnesium, natrium, kalium dan besi.

Daun pegagan bisa digunakan untuk obat kulit (koloid), memperbaiki peredaran darah dan gangguan saraf. Berdasarkan penelitian di RSU Dr. Soetomo, daun pegagan bisa dipakai untuk menurunkan tekanan darah, dan penurunannya tidak terlalu drastis, sehingga cocok untuk penderita yang berusia sudah lanjut.


4. Tanaman Obat Blustru (Luffa cylindrice Roem). Tanaman obat blustru (flickr.com)


Tanaman blustru biasanyan ditanam di perkebunan, ladang atau dirambatkan pada pagar halaman. Blustru juga tumbuh liar di tepian sungai dan semak-semak belukar. Seluruh bagian dari tanaman blustru bisa digunakan untuk pengobatan herbal. Buah Blustru mengandung senyawa cucurbitacin, luffein, citrulline dan saponin triterpen yang berkhasiat untuk penghenti perdarahan (hemostatis), peluruh dahak, keputihan, sukar buang air besar, haid tidak teratur , bisul, mimisan, batuk sesak dan pencahar ringan (laksatif).

Untuk mengatasi haid yang tidak tidak teratur kamu bisa menggunakan buah blustru. Siapkan buah blustru sebesar 4 jari, cuci sampai bersih lalu diparut. Tambahkan setengah gelas air masak dan sesendok garam halus. Setelah tercampur rata, remas dan saring. Air yang terkumpul bisa diminum sekaligus. Lakukan proses ini tiga kali dalam sehari.


5. Kemuning (Murrayae paniculata). Tanaman obat kemuning (wikimedia.org)


Kemuning mengandung beberapa senyawa dari golongan kumarin yang berhasil diisolasi seperti pranferin, murrangatin, murralonginal, isopropylidene dan murrmeranzin. Daun kemuning bisa digunakan untuk mengobati diare, sakit gigi, datang haid tidak teratur, radang buah zakar, infeksi saluran kencing, pelangsing tubuh, disentri dll.

Untuk mengobati infeksi saluran kencing, siapkan daun kemuning segar sekira 35 gram dicuci bersih lalu tambahkan 3 gelas air. Rebus sampai tersisa air setengahnya. Setelah dingin, daunnya disaring dan bisa diminum 3 kali dalam sehari.


6. Murbei (Morus alba L). Tanaman obat murbei (wikimedia.org)


Tanaman ini asalnya dari daratan China dan bisa tumbuh dengan baik di dataran dengan ketinggian di atas 100 m dpl. Biasanya murbei dibudidayakan di daerah lereng-lereng pegunungan, tapi banyak juga yang tumbuh liar. Daun, kulit akar, buah dan ranting murbei memiliki banyak khasiat untuk kesehatan. Manfaat murbei diantaranya untuk meperbanyak keluarnya ASI, mengobati kencing nanah, bisul, luka akibat digigit ular, rematik, tekanan darah tinggi, hepatitis kronis, dan kurang darah.


7. Wortel (Daucus carota). Tanaman obat wortel (wikimedia.org)


Wortel merupakan jenis tanaman sayur yang bisa ditanam sepanjang tahun. Wortel bisa tumbuh dengan maksimal di daerah dataran tinggi yang lembab dan memiliki suhu dingin. Tanaman wortel memiliki kandungan vitamin A yang tinggi. Wortel bisa dimanfaatkan untuk mengobati penyakit mata minus, cacing kremi, eksim dan kejang jantung.


8. Wijaya kusuma (Epiphyllum anguliger). Tanaman obat wijaya kusuma (wikimedia.org)


Wijaya kusuma termasuk kelompok tanaman kaktus divisi anthophita. Tanaman kaktus bisa tumbuh dengan baik di daerah beriklim sedang dan iklim tropis, begitu juga dengan tanaman wijaya kusuma.


9. Waru Lengis (Hibiscus tiliaceus). Tanaman obat waru lengis http://treeflower.la.coocan.jp/



Waru merupakan tanaman tropis berbatang sedang yang biasa tumbuh liar di ladang dan hutan. Terkadang tanaman waru juga ditanam di pekarangan rumah sebagai pohon pelindung. Daun tanaman waru yang masih muda bisa dimakan sebagai sayuran, kulit kayunya yang berserat bisa digunakan untuk membuat tali. Daun waru berkhasiat untuk mengobati penyakit peluruh kencing dan peluruh dahak. Sedangkan akarnya berkhasiat untuk menurunkan panas dan sebagai peluruh haid.

10 Nona Makan Sirih (Clerodendrum thomsonae). Tanaman obat nona makan sirih. http://yizitong.org/


Tanaman ini berasal dari daerah Afrika tropis dan biasa ditanam di pot atau di tanah sebagai tanaman hias di halaman rumah atau di taman-taman. Tanaman nona makan siri memiliki ranting muda yang berbentuk segiempat dan daunnya berbentuk bulat telur memanjang. Daun tanaman ini bisa digunakan untuk mengobati penyakit radang selaput gendang telinga pada anak-anak dengan cara diminumkan.

0 Response to "SEPULUH TANAMAN OBAT KELUARGA SEBAGAI REFERENSI BAGIAN 2"

Post a Comment