INILAH JERITAN KAMI SMA/SMK HARUS LAKSANAKAN UN BERBASIS KOMPUTER

Assalamualaikum Sahabat Kuncimedia
Salam Berbudi....Pelaksanaan UN tahun 2017 paling unik dibanding pelaksanaan UN 2016. Pada UN tahun 2017 diharuskan memilih tiga alternatif yang yakni UNBK mandiri, UNBK gabungan dan UNBK (kertas). Untuk itu Mendikbud meminta kepada kabupaten/Kota dan Provinsi mengaajukan sekolah mana yang menggunakan UNBK mandiri, UNBK gabungan dan UNBKertas. Batas pengajuan tanggal 25 Januari 2017.

Dengan pemberitahuan ini maka Dinas pendidikan Provinsi Jambi mengundang perwakilan kabupaten untuk melaksanakan rapat guna menentukan apakah yang akan digunakan sekolah dalam pelaksanaan UN 2017.

Menurut informasi dari kepala sekolah SMKN 6 Tebo yang mendapat info dari ketua MKKS Kabupaten Tebo yang mengikuti rapat di Jambi, dalam rapat diberikan tiga opsi UNBK mandiri, UNBK gabungan dan UNBK (Kertas) daerah 3T. Pada rapat tidak membahas sekolah mana yang sudah siap laksanakan UNBK dan tidak UNBK. Dan langsung diputuskan bahwa seluruh sekolah SMA/SMK haruslah laksanakan UN berbasis Komputer dan UNBK gabungan. “Alasannya Karena Propinsi tidak ada Daerah 3T maka harus melaksanakan UNBK Mandiri dan UNBK gabungan.,” kata kepala SMKN 6 Tebo.


Kebijakan yang diambil oleh Dinas pendidikan Provinsi Jambi ini bertentangan dengan Surat Edaran Nomor 1 tahun 2017 tentang pelaksanaan UN tahun pelajaran 2016/2017 tentang “point yang dapat mengikuti UNBK gabungan disekolah sekitar yang melaksanakan UNBK maksimal radius 5 Km”.  

Harusnya didata ulang kembali sekolah mana yang siap laksanakan UNBK dan tidak Melaksanakan UNB Komputer. Masih ada waktu perbaikan sampai tanggal 25 Januari 2016. Semua keputusan dapat dirubah karena banyak sekolah yang keberatan laksanakan UNB Komputer. Kabupaten/Kota dan Provinsi tidak boleh memaksakan kehendak bila sekolah tersebut belum layak mengikuti UNBK gabungan karena jarak yang lebih dari 5 kilometer.

Inilah beberapa ketentuan dan solusi yang diberikan Kemendikbud dalam  pelaksanaan UNBK tahun 2017 yang dapat sebagai pertimbangan Kabupaten/Kota dan Provinsi.

Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) Tahun Ajaran 2016/2017 dikirimkan Mendikbud kepada Gubernur dan Bupati/Walikota seluruh Indonesia. Dalam SE yang ditandatangani pada 10 Januari 2017 tersebut dijelaskan bahwa bagi sekolah yang sudah memiliki komputer dengan kapasitas lebih dari 20 unit komputer dan satu unit server diwajibkan melaksanakan UNBK.

Kemudian sebagai langkah optimalisasi seluruh komputer yang ada, Mendikbud meminta Gubernur dan Bupati/Walikota untuk menginstruksikan kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi dan seluruh Kepala Dinas Pendidikan di Kabupaten/Kota untuk menetapkan sekolah yang belum dapat melaksanakan UNBK di sekolahnya sendiri, agar siswanya mengikuti UN di tempat pelaksanaan UNBK yang berada dalam radius maksimal lima kilometer. Kemendikbud telah menyiapkan aplikasi pada laman http://spasial.data.kemdikbud.go.id/unbk/ yang dapat digunakan untuk melakukan proses pemanfaatan bersama fasilitas komputer sekolah pelaksana UNBK.

Inilah yang menjadi pertanyaan kami sebagai guru ?

Dasar pertimbangan Provinsi untuk pelaksanaan UNBK Mandiri dan UNBK gabungan dengan alasan bahwa wilayah SMK/SMA di Jambi tidak ada yang termasuk daerah 3T. Apakah dinas pendidikan tidak mepertimbangankan lokasi daerah sekolah tersebut ?. Dan harusnya juga mempertimbangan dan menghormati keputusan dari mendikbud dalam Surat Edaran nomer 1 tahun 2017 tentang pelaksanaan UN Tahun Ajaran 2016/2017. Salah satu poin di Surat Edaran ini yakni sekolah yang belum bisa laksanakan UNBK mandiri dapat bergabung ke sekolah yang laksanakan UNBK dengan jarak maksimal 5 Km.  

Jarak SMKN 6 Tebo bila harus bergabung ke sekolah yang laksanakan UNBK (SMKN 2 Tebo) adalah 20 Km.  Alangkah jauhnya?

Apakah hasil rapat tersebut itu sudahkan keputusan final dari Dinas Pendidikan Provinsi Jambi untuk kami SMK ? Mohon dipertimbangan kembali keputusannya melihat lokasi kami yang sangat jauh dari sekolah UN Berbasis Komputer.  Sekolah SMKN 6 Tebo siap laksanakan UNBK (UN berbasis Kertas). Bila tetap dipaksakan UNBK gabungan dengan keterpaksaan kami ya ikut saja. Kami hanya memikirkan anak kami dengan jarak yang jauh ini.

Demikianlah infomasi tentang jeritan kami SMA/SMK bila  harus mengikuti UNBK gabungan karena jarak kami yang sangat jauh. Semoga dengan adanya jeritan kami dan sekolah-sekolah lain yang memiliki lokasi jauh dan  mungkin sekolah yang medannya yang sulit, sebagai pertimbangan kembali Dinas Pendidikan Provinsi Jambi untuk tetap melaksanakan UN Berbasis Kertas. Semoga info bermanfaat.

0 Response to "INILAH JERITAN KAMI SMA/SMK HARUS LAKSANAKAN UN BERBASIS KOMPUTER"

Post a Comment